Press "Enter" to skip to content

Kenapa Motor Matic Sering Rem Blong? Ganti Kampas Rem Yang Lebih Bagus

Kenapa motor matic sering rem blong
Kenapa motor matic sering rem blong

BikersIndonesia.net – Ola, Bikers. Siapa yang sering punya masalah dengan motor matik atau skutik alias skuter matiknya? Kenapa motor matik sering rem blong? Sering kali jalanan menurun panjang menyebabkan motor matik yang sebelumnya baik-baik saja menjadi rem blong. Sebenarnya kenapa hal ini bisa terjadi? Yuk kita kulik sama-sama.

Pengereman pada motor matik biasanya hanya mengandalkan pengereman di kedua roda, baik itu di disc brake (cakram) atapun pada tromol tidak memiliki engine brake yang terdapat pada motor bebek ataupun motor sport. Sehingga pada saat terjadi pengereman pada kedua roda tidak ada bantuan dari engine brake.

Beberapa pakar kendaraan bermotor khsususnya para teknisi kendaraan motor matik mengatakan rem blong yang terjadi pada motor matik khususnya bagian rem depan, acap kali terjadi diakibatkan penggunaan rem yang terlalu lama ditekan. Pada saat terjadi proses pengereman, akan menghasilkan panas pada bagian cakram dan kampas rem. Pada sistem hidrolik menghasilkan panas berlebihan di kampas rem tersebut sehingga mengurangi viskositas dari minyak rem, terjadilah pengenceran yang menyebabkan cakram rem depan menjadi blong, hal ini salah satunya dikarenakan terlalu lama dan sering dalam menekan rem. Proses gesekan antara piringan dan rem cakram pada rem belakang juga dapat menghasilkan panas yang mendidihkan minyak rem. Hal tersebut menyebabkan sil-sil pada master rem dan kaliper memuai. Sedangkan minyak rem yang mendidih membuat sistem pengereman dipenuhi oleh angin palsu yang menyebabkan rem blong.

Minyak rem pada kendaraan bermotor memiliki fungsi sebagai cairan hidrolik yang meneruskan tekanan dari master rem menuju silinder roda pada rem tromol atau caliper rem pada rem cakram. Minyak rem terbuat dari bahan campuran alkohol dan ester atau bahan lainnya. Minyak rem yang digunakan kendaraan bermotor biasanya memiliki syarat tertentu. Berikut ini beberapa persyaratan minyak rem yang biasa digunakan pada kendaraan bermotor :

1. Minyak rem harus memiliki titik didih yang tinggi.

Pada suatu kendaraan yang digunakan, ketika sistem pengereman sedang bekerja, panas temperatur yang dihasilkan dari gesekan kampas rem ataupun rem belakang/pada tromol dapat mencapai lebih dari 200°C. hal tersebut juga ditentukan dari kapasitas desain rem dan kendaraan yang digunakan. Pada saat rem bekerja dan menghasilkan panas dari gesekan yang terjadi secara berulang kali dapat menyebabkan minyak rem mendidih. Dari proses mendidih ini kemudian akan menjadi uap, dan menghasilkan gelembung-gelembung udara di dalam sistem rem. Hal inilah yang dapat mengakibatkan rem blong.

2. Minyak rem harus mencegah karat pada logam dan karet

Minyak rem yang digunakan juga tidak boleh merusak sil-sil. Sil yang rusak dan bocor dapat membahayakan kendaraan bermotor. Untuk mencegah hal tersebut, minyak rem biasanya terbuat dari bahan sintetis agar tidak merusak karet dan menghindari karat pada logam.

3. Minyak rem memiliki kekentalan tertentu.

Minyak rem yang digunakan untuk kendaraan bermotor harus memiliki kekentalan atau viskositas agar dapat meneruskan tekanan dengan perubahan temperatur yang bervariasi.

Jenis minyak rem yang biasa digunakan untuk kendaraan bermotor biasanya menggukan minyak rem DOT 3. Minyak rem DOT 3 dapat mendidih pada suhu temperatur 205°C. Jenis minyak rem ini paling banyak digunakan dan mudah untuk dijumpai.

Minyak rem DOT 4 memiliki titik didih 230°C. DOT 4 atau DOT 4+ Biasa digunakan pada jenis kendaraan bermotor harian dan spesifikasinya dinilai dapat menunjang kinerja rem secara maksimal pada kendaraan harian.

Sedangkan minyak rem DOT 5 atau 5.1 memiliki titik didih 260°C. Biasanya jenis minyak rem ini banyak digunakan untuk motor balap karena memiliki titik didih yang sangat tinggi. Penggunaan minyak rem DOT 3 dapat menggantinya dengan menggunakan minyak rem yang lebih tinggi menjadi DOT 4, namun tidak sebaliknya.

Pada jalanan yang ekstrem banyak terjadi pengguna kendaraan motor matik memaksimalkan penggunaan kedua rem baik rem cakram ataupun rem belakang secara bersamaan. Akibat penggunaan yang terlalu lama dan sering dapat menyebabkan rem panas dan menjadi blong. Sehingga motor tidak dapat dikendalikan dan menyebabkan terjadinya kecelakaan.

Kebiasaan seeprti inilah yang harus diwaspadai pengguna motor matik.
Sehingga salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menghindari terjadinya rem blong motor matik saat melewati jalanan menurun yang panjang atau ekstrem adalah dengan :

1. Harus memperhatikan penggunaan sistem pengereman pada kendaraan bermotor.

Sistem pengereman yang dimaksud disini, dengan :

• Mengurangi kebiasaan terus menerus menarik tuas rem ketika berada di turunan. Jadi jika tidak terlalu diperlukan, sebaiknya tidak terus menerus menarik tuas rem.

• Sesekali dapat menggunakan engine brake. Walaupun di motor matic tidak engine brake beberapa pakar motor matik mengatakan, engine brake pada motor matik bisa didapatkan dengan membuka throttle gas sedikit pada saat melewati jalanan menurun. Dengan tidak menutup gas secara penuh, gas ditahan sedikit agar motor matik mendapatkan tahanan dari mesin. Sehingga hal ini dapat membuat RPM pada motor matik akan semakin meninggi dan laju motor matik saat melewati turunan dapat tertahan dengan engine brake.

• Dapat juga menggunakan rem depan atau rem belakang secara bergantian dipadu dengan engine brake. Agar suhu pada kedua rem tidak terlalu panas.

2. Jangan membawa beban melebihi kapasitas saat melewati jalanan menurun.

3. Jika rem dirasa mulai blong, sebaiknya dapat istirahat terlebih dahulu. Dengan mengistirahatkan motor tentu akan memberikan waktu mendinginkan kampas rem. Sering menepi untuk berhenti sejenak dapat membantu mendinginkan rem.

4. Pada saat berhenti atau menepikan kendaraan, kampas rem yang sudah tidak terlalu panas, dapat disemprot atau disiram pada kaliper, kampas dan cakram ketika akan melewati ataupun sesudah melewati jalanan menurun curam atau panjang.

5. Memperhatikan penggunaan minyak rem, dengan menggantinya secara rutin. Dapat pula mengganti penggunaan jenis minyak rem yang sebelumnya menggunakan minyak rem DOT 3 dinaikkan menjadi DOT 4. Namun tidak boleh mencampurnya, karena justru dapat membahayakan kendaraan.

6. Kampas rem yang digunakan sebaiknya jenis kampas rem yang dapat bertahan di segala cuaca dan kondisi. Salah satu jenis kampas rem aftermarket yang banyak direkomendasikan para bikers adalah kampas rem Elig Brake Expert atau VTC kampas rem pengganti ori.

Rekomendasi Merek Kampas Rem Aftermarket Yang Bagus Kualitas Global Internasional Pilih Elig Brake Expert

Motor matic rem blong? Ganti kampas rem bagus
Motor matic rem blong? Ganti kampas rem bagus

Ada opini yang menarik di Forum sharing & diskusi Yamaha Nmax Indonesia tentang kampas rem:

Sharing ajah om, barangkali bermanfaat.

Saat rem pertama kali bekerja, yg bergesek adalah rotor dengan pads nya. Yg harus menjadi perhatian adalah kualitas padnya. Karena saat pengeremen, apalagi pengereman terus menerus dan berulang2, akan menimbulkan temperatur tinggi. Pads yg bagus, akan bisa bertahan pada suhu 200-300°C, sehingga bisa mempertahankan koeffisien geseknya. Sedangkan pad yg kualitas jelek, maksimal 150°C. Rem blong, kebanyakan terjadi karena pengereman secara terus menerus, sehingga menimbulkan panas berlebih/overheat, sehingga pads kehilangan gaya geseknya karena koeffisien geseknya sudah mendekati atau bahkan sdh NOL.

Kenapa bisa terjadi pengeremen terus menerus?

1. Kondisi medan yg mengharuskan penggunaan rem berulang, seperti turunan. Solusinya, pertahankan kecepatan, maksimalkan engine brake, gunakan rem secara bergantian depan belakang atau dengan memberi jeda ( rem,lepas,rem,lepas) untuk memberikan efek pendinginan.

2. Kualitas pads buruk, sehingga untuk mendapatkan breaking style dan distance yg diharapkan, pengendara mengerem sekuat tenaga. Sehingga terjadi ketidak sesuaian antara jarak berhenti dan tenaga pengereman dikarenakan koeffisien gesek pads rendah.

3. Style dari pengendara yg selalu menekan handle rem secara terus menerus sehingga timbul gesekan secara menerus dan mengakibatkan panas sehingga koeffisien gesek menjadi turun.

Tidak kalah penting :

1. Pastikan selalu merawat slider mechanism pada caliper rem (kepala babi). Jika karet boot sudah robek, air dan debu akan menyusup masuk, sehingga slider menjadi karat. Karat ini akan menghambat kelancaran slider dalam bergerak. Jika sudah macet, maka caliper akan terus membuat pad menempel secara terus menerus ke rotor, karena caliper tidak bisa kembali ke posisi semula setelah dilakukan pengereman.

2. Lepas dan bersihkan kampas rem, sikat grove pada pads dari sisa debu pengereman. Sehingga fungsi heat dissipating pada pads tetap berfungsi optimal. Jangan lupa, oleskan grease tipis pada pressure plate kampas rem yg bersinggungan dengan dudukan kampas di caliper rem agar kampas rem bisa dengan leluasa bergerak.

3. Secara berkala, mgk 1-2 tahun, ganti seal piston rem pada caliper agar tetap lentur dan kenyal. Hal ini untuk menghindari kebocoran dan macetnya pergerakan piston rem.

Inti dari semua itu, usahakan kampas dan rotor tidak dalam kondisi overheat, agak pads tidak kehilangan daya cengkramnya, dan bisa optimal dalam bekerja. Cmiiw 🙏 – Erwin

Kampas Rem Aftermarket Yang Bagus Pengganti Ori

 

VTC kampas rem pengganti ori
VTC kampas rem pengganti ori

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan